Beranda » Peran PKK Desa Karangasih Dalam Penurunan Angka Stunting dan Gizi Buruk

Peran PKK Desa Karangasih Dalam Penurunan Angka Stunting dan Gizi Buruk

Jaringanpublik.com, Kabupaten Bekasi – Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 yang dikutip yankes.kemkes.go.id, Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar. Selanjutnya menurut WHO pada tahun 2020, Stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang atau tinggi badan Menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak ade kuat atau infeksi berulang atau kronis yang terjadi dalam 1000 HPK. 

Untuk pencegahan serta menekan penurunan angka Stanting pada tingkat desa. Pemerintah Desa Karangasih melalui Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) untuk menekan penurunan angka stunting di Aula Desa Karangasih yang terletak di Jl.Ki Hajar Dewantara, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. 
Bintek tersesebut dihadiri langsung, Ketua TP. PKK Desa Karangasih, Ayum Yumanah, Kepala Desa Karangasih, Samsu Dalam, Ketua BPD Desa Karangasih, Gilang Bayu Nugraha, Babinsa dan Bimaspol Desa Karangasih serta 30 orang peserta Bintek. Pada Rabu (04/10/23). 
Ketua TP. PKK Desa Karangasih, Ayum Yumanah mengatakan, kegiatan hari ini PKK Desa Karangasih mengadakan kegiatan Bintek  kepada 30 orang peserta, yang bertujuan untuk penurunan angka stunting dan gizi buruk. Hal tersebut merupakan bentuk program khusus Desa Karangasih untuk kesehatan seluruh anak – anak balita di Desa Karangasih. 
“Kegiatan hari ini adalah Bimbingan Teknis PKK dengan tema Peran PKK dalam penurunan Angka Stunting dan gizi buruk menuju generasi sehat di Desa Karangasih,” kata Ayum kepada jaringanpublik.com seusai kegiatan dilakukan. 
Ayum mengungkapkan, tujuan kegiatan Bintek tersebut adalah, untuk menentukan pengetahuan peserta tentang stunting dan penyebab gejalanya dan peningkatan pengetahuan peserta tentang resiko tinggi dan pengenalan tanda kelahiran pada kehamilanku. 
“Kami berharap dapat menurunkan angka stunting di Desa Karangasih yang bulan lalu sudah 3 persen menjadi lebih minim lagi prosentase stunting nya,” pungkasnya. 
Penulis : Redaksi
Editor    : Tiar



.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP