OTT, KPK Masih Mendalami Dugaan Kasus Suap dan Pemerasan Proyek di Kab Bekasi

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 02:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Bekasi mulai menemui titik terang. Lembaga antirasuah memastikan kasus ini terkait dugaan suap proyek di wilayah Bekasi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, penyidik masih mendalami konstruksi perkara, termasuk kemungkinan adanya lebih dari satu klaster tindak pidana korupsi. “Iya, ini terkait suap. Masih terus didalami, di antaranya berkaitan dengan proyek-proyek di Bekasi,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Budi menambahkan, tim KPK tidak menutup kemungkinan adanya perkara lain di luar dugaan suap, sehingga pendalaman dilakukan secara intensif. “Apakah ini hanya satu klaster atau ada dua klaster tindak pidana korupsi, itu masih didalami oleh tim,” katanya.

Baca Juga:  Burhanudin H.M Alias Vikay Mantap Mencalonkan Diri Sebagai Kades Pasirgombong Kecamatan Cikarang Utara

Dalam operasi senyap yang digelar Kamis malam (18/12/2025), KPK awalnya mengamankan 10 orang. Namun, setelah pemeriksaan awal di lokasi, hanya tujuh orang yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk pemeriksaan lanjutan.

Dari tujuh orang tersebut, KPK mengonfirmasi bahwa Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang turut diamankan, bersama ayahnya, HM Kunang.

“Sudah dilakukan pemeriksaan awal di sana, kemudian tujuh orang yang dibawa ke Jakarta,” ungkap Budi.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Amanat UU Terabaikan, DPRD Kabupaten Bekasi Desak Presiden Prabowo Segera Terbitkan Keppres Pembentukan PHI

Meski demikian, KPK belum merinci identitas lengkap pihak lain yang ikut dibawa ke Jakarta. Publik diminta menunggu perkembangan resmi dari penyidik untuk informasi lebih lengkap.

KPK memastikan bahwa konstruksi perkara dan pihak-pihak yang nantinya ditetapkan sebagai tersangka akan diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers dalam waktu dekat. “Nanti kita sama-sama tunggu perkembangan selanjutnya,” kata Budi.

Hingga saat ini, penyidikan masih berjalan intensif. KPK belum mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan maupun pasal yang disangkakan, sehingga masyarakat diimbau bersabar menunggu informasi resmi dari lembaga antirasuah.

Penulis : Redaksi

Editor : Muh Bakhtiar

Berita Terkait

Kapolres Metro Bekasi Resmi Buka Liga Jabar Istimewa U-12 Tahun 2026 di Cibatu
Pangkas Birokrasi Hingga Jemput Bola, Samsat Bekasi Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan.
Siqom Ambil Alih Kepemimpinan NasDem Kabupaten Bekasi, diberikan Target Minimal Tujuh Kursi
Ridwan Arifin Soroti Ketidakhadiran Dinas Dalam Reses di Sukakarya, Warga Keluhkan Penonaktifan KIS & BPJS
Reses Anggota DPRD Kab Bekasi, Saeful Islam, Desak Penanganan Terintegrasi Tangani Banjir
Kapolres Metro Bekasi Dampingi Kapolri dan Kapolda Metro Jaya Takziah ke Kediaman Korban Penyiraman Air Keras di Tambun Selatan
May Day 2026, Polres Metro Bekasi Kawal Keberangkatan Ribuan Buruh ke Monas
Iwan Hartono Laporkan Balik Burhan Soal Kasus Penipuan dan Perbuatan Curang
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:55 WIB

Kapolres Metro Bekasi Resmi Buka Liga Jabar Istimewa U-12 Tahun 2026 di Cibatu

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:19 WIB

Pangkas Birokrasi Hingga Jemput Bola, Samsat Bekasi Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan.

Senin, 4 Mei 2026 - 05:47 WIB

Siqom Ambil Alih Kepemimpinan NasDem Kabupaten Bekasi, diberikan Target Minimal Tujuh Kursi

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:54 WIB

Ridwan Arifin Soroti Ketidakhadiran Dinas Dalam Reses di Sukakarya, Warga Keluhkan Penonaktifan KIS & BPJS

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:33 WIB

Reses Anggota DPRD Kab Bekasi, Saeful Islam, Desak Penanganan Terintegrasi Tangani Banjir

Berita Terbaru