Kabupaten Bekasi – Fasilitas umum berupa trotoar di Jalan Fatahillah, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan diduga setelah adanya pekerjaan galian pemasangan jaringan pipanisasi yang dikerjakan oleh PT. Mulia Teknik Toolsindo.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (13/6/2026), sejumlah bagian trotoar yang sebelumnya dibangun menggunakan anggaran negara tampak rusak dan tidak dapat digunakan secara maksimal oleh pejalan kaki. Kondisi tersebut membuat warga terpaksa mencari jalur alternatif saat melintas di kawasan tersebut.
Kerusakan terjadi setelah adanya aktivitas pembongkaran trotoar untuk keperluan pemasangan pipa. Sejumlah material trotoar terlihat tidak kembali pada kondisi semula sehingga mengganggu fungsi fasilitas publik yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Ali Akhsan (31), seorang pejalan kaki yang kerap melintas di Jalan Fatahillah, mengaku terganggu dengan kondisi trotoar yang rusak akibat proyek tersebut. Menurutnya, kerusakan trotoar membuat masyarakat kehilangan akses berjalan kaki yang aman dan nyaman.
“Trotoar ini kan memang untuk pejalan kaki. Sekarang banyak bagian yang rusak dan tidak bisa dilalui, jadi kami terpaksa turun ke badan jalan. Tentu ini cukup berbahaya, apalagi saat lalu lintas sedang ramai,” ujar Ali.
Ali berharap pihak pelaksana proyek tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan pemasangan pipa, tetapi juga bertanggung jawab mengembalikan kondisi trotoar seperti semula.
“Kalau memang ada pembongkaran untuk kepentingan proyek, seharusnya setelah selesai langsung diperbaiki dengan baik. Jangan sampai fasilitas umum yang dibangun dari uang negara justru rusak dan masyarakat yang dirugikan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pekerja proyek mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi izin untuk melakukan pekerjaan galian tersebut. Ia memastikan kerusakan fasilitas umum yang ditimbulkan akibat pengerjaan proyek akan diperbaiki kembali setelah seluruh pekerjaan selesai.
Meski demikian, warga mengaku khawatir karena kondisi serupa kerap terjadi pada sejumlah proyek galian. Setelah pekerjaan rampung, bekas galian dan fasilitas umum yang terdampak sering kali hanya diperbaiki seadanya sehingga tidak kembali seperti kondisi awal.
Akibatnya, masyarakat terutama pejalan kaki menjadi pihak yang paling terdampak karena trotoar yang seharusnya menjadi jalur aman untuk berjalan kaki justru tidak dapat digunakan secara optimal.
Warga berharap pihak pelaksana proyek dapat segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mengembalikan kondisi trotoar sesuai standar. Pasalnya, fasilitas tersebut merupakan bagian dari sarana publik yang dibangun untuk kepentingan masyarakat dan harus tetap terjaga fungsinya.
Penulis : Redaksi
Editor : Muh. Bakhtiar








