Reses Anggota DPRD Kab Bekasi, Saeful Islam, Desak Penanganan Terintegrasi Tangani Banjir

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Saeful Islam menggelar kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Perumahan Puri Cikarang Hijau, Desa Karangasih Kecamatan Cikarang Utara, pada Sabtu, (02/05/2026).

Kegiatan reses tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dan konstituennya, tetapi juga ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan yang selama ini dirasakan. Dari sejumlah isu yang mencuat, persoalan banjir menjadi perhatian dominan.

Dalam forum dialog, warga mengungkapkan bahwa banjir kerap terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Air dengan cepat menggenangi jalan hingga masuk ke dalam rumah warga, bahkan dalam beberapa kasus berlangsung cukup lama sebelum surut.

Salah satu warga, Mashabi, menyampaikan bahwa kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya solusi yang benar-benar tuntas.

“Setiap hujan deras, air langsung naik. Kadang sampai masuk ke rumah. Kami butuh perbaikan drainase dan normalisasi saluran, supaya tidak terus jadi masalah tahunan,” ujarnya.

Menurut warga, penyebab utama banjir tidak hanya karena curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu oleh buruknya sistem drainase lingkungan. Banyak saluran air mengalami pendangkalan, penyempitan, hingga tersumbat sampah.

Baca Juga:  Ridwan Arifin Soroti Ketidakhadiran Dinas Dalam Reses di Sukakarya, Warga Keluhkan Penonaktifan KIS & BPJS

Selain itu, kapasitas saluran yang ada dinilai tidak lagi mampu menampung debit air yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan.

Menanggapi keluhan tersebut, Saeful Islam menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan perumahan tidak bisa dipandang sebagai masalah sederhana atau ditangani secara parsial.

Ia menilai diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengembang, hingga masyarakat.

Ia secara tegas juga menyoroti peran pengembang perumahan yang dinilai kerap mengabaikan aspek lingkungan, khususnya dalam perencanaan sistem drainase.

“Jangan sampai pengembang dablek. Bangun perumahan, tapi tidak memperhatikan sistem drainase dan tata kelola air. Akhirnya yang dirugikan warga, dan pemerintah juga ikut terbebani,” tegasnya.

Saeful menjelaskan, penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas perbaikan di titik-titik tertentu. Menurutnya, langkah strategis seperti normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, serta integrasi dengan sistem aliran sungai yang lebih besar harus menjadi prioritas.

“Ini tidak bisa tambal sulam. Harus ada penanganan serius dan terintegrasi, mulai dari drainase lingkungan, saluran penghubung, sampai normalisasi kali. Semua harus nyambung,” ujarnya.

Baca Juga:  Persatuan Pekerja dan Rakyat Kabupaten Bekasi Gelar Aksi Berjuang Bersama Demi Mewujudkan Kerja Layak dan Hidup Layak

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas infrastruktur yang telah dibangun.

“Kalau saluran sudah bagus tapi masih jadi tempat sampah, tetap saja akan tersumbat. Jadi ini juga soal kesadaran bersama,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Saeful mendorong pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, khususnya di kawasan permukiman padat seperti Puri Cikarang Hijau.

“Data itu penting sebagai dasar perencanaan penanganan yang tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas saluran air agar mampu mengantisipasi lonjakan debit air saat hujan ekstrem, yang belakangan semakin sering terjadi.

Saeful memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses tidak akan berhenti sebagai catatan semata. Ia berkomitmen untuk mengawal persoalan tersebut agar masuk dalam agenda pembahasan hingga penganggaran di DPRD Kabupaten Bekasi.

“Kita pastikan ini dikawal sampai masuk pembahasan dan penganggaran. Ini kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera ditangani secara serius,” tutupnya.

Penulis : Tiar

Editor : Muh. Bakhtiar

Berita Terkait

Dukung Program Gizi Nasional, SPPG BGN Yayasan Garuda Pantai Selatan Karangbaru 02 di Resmikan di Bekasi
Kapolres Metro Bekasi Resmi Buka Liga Jabar Istimewa U-12 Tahun 2026 di Cibatu
Pangkas Birokrasi Hingga Jemput Bola, Samsat Bekasi Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan.
Siqom Ambil Alih Kepemimpinan NasDem Kabupaten Bekasi, diberikan Target Minimal Tujuh Kursi
Ridwan Arifin Soroti Ketidakhadiran Dinas Dalam Reses di Sukakarya, Warga Keluhkan Penonaktifan KIS & BPJS
Kapolres Metro Bekasi Dampingi Kapolri dan Kapolda Metro Jaya Takziah ke Kediaman Korban Penyiraman Air Keras di Tambun Selatan
May Day 2026, Polres Metro Bekasi Kawal Keberangkatan Ribuan Buruh ke Monas
Iwan Hartono Laporkan Balik Burhan Soal Kasus Penipuan dan Perbuatan Curang
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:09 WIB

Dukung Program Gizi Nasional, SPPG BGN Yayasan Garuda Pantai Selatan Karangbaru 02 di Resmikan di Bekasi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:55 WIB

Kapolres Metro Bekasi Resmi Buka Liga Jabar Istimewa U-12 Tahun 2026 di Cibatu

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:19 WIB

Pangkas Birokrasi Hingga Jemput Bola, Samsat Bekasi Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan.

Senin, 4 Mei 2026 - 05:47 WIB

Siqom Ambil Alih Kepemimpinan NasDem Kabupaten Bekasi, diberikan Target Minimal Tujuh Kursi

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:54 WIB

Ridwan Arifin Soroti Ketidakhadiran Dinas Dalam Reses di Sukakarya, Warga Keluhkan Penonaktifan KIS & BPJS

Berita Terbaru